
Rezim komunis Korea Utara (Korut) mengingatkan akan terjadinya perang nuklir di Semenanjung Korea, Minggu (14/6). Pasalnya, tulis surat kabar Korut, Rodong Sinmun, Amerika Serikat (AS) telah menempatkan seribu senjata nuklirnya di Korea Selatan (Korsel). Komentar sebelumnya di mingguan Tongil Sinbo menyatakan, selain di Korsel, nuklir juga ditempatkan di Jepang.
Dengan demikian, Korut berada dalam jangkauan serangan nuklir AS dan Semenanjung Korea berpotensi besar untuk menjadi lokasi perang nuklir.
Namun, menurut juru bicara komandan militer AS di Seoul, Kim Yong-kyu, tuduhan itu sama sekali tak berdasar. Dikatakannya, Washington tidak menempatkan bom nuklir di Korsel. Taktik persenjataan nuklit AS sudah dipindahkan dari Korsel pada tahun 1991 sebagai bagian dari program pengurangan persenjataan hasil dari Perang Dingin.
Pembangkangan yang dilakukan Korut saat ini mendorong para diplomat untuk meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mempersiapkan pertemuan, Selasa (16/6), dengan Korea Selatan (Korsel) untuk membahas rudal dan program nuklir Korut.
Dengan demikian, Korut berada dalam jangkauan serangan nuklir AS dan Semenanjung Korea berpotensi besar untuk menjadi lokasi perang nuklir.
Namun, menurut juru bicara komandan militer AS di Seoul, Kim Yong-kyu, tuduhan itu sama sekali tak berdasar. Dikatakannya, Washington tidak menempatkan bom nuklir di Korsel. Taktik persenjataan nuklit AS sudah dipindahkan dari Korsel pada tahun 1991 sebagai bagian dari program pengurangan persenjataan hasil dari Perang Dingin.
Pembangkangan yang dilakukan Korut saat ini mendorong para diplomat untuk meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mempersiapkan pertemuan, Selasa (16/6), dengan Korea Selatan (Korsel) untuk membahas rudal dan program nuklir Korut.
http://www.pikiran-rakyat.com
