Saturday, June 27, 2009

Perasut Warna-warni di Langit Maninjau


Pertengahan Mei 2009 Puncak Lawang yang berada pada ketinggian 1.210 dari permukaan laut (dpl) satu kawasan obyek wisata di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat berbeda dari biasanya.

Sejak akhir pekan ke dua Mei 2009, pemandangan langit Danau Maninjau yang dilembahnya membentuk bentangan karpet biru itu , dipenuhi puluhan perasut warna-warni.

Parasut-parasut itu terkembang silih berganti; merah, hijau, kuning, biru, unggu dan putih.

Cuaca cerah yang diwarnai kabut tipis pada sore harinya, tak mengurangi parasut terkembang di tengah tiupan angin begitu kuat di sela-sela perbukitan yang mengelilingi Danau Maninjau.

Perasut itu dikembangkan 65 penerjun paralayang di lokasi "take off" di Puncak Lawang yang berada di kawasan bukit yang ditanam pinus itu.

Setelah melayang , parasut itu menyisir lereng-lereng bukit dan secara perlahan mendarat pada lahan seluas 5.000 meter persegi yang disediakan di Nagari Bayur, satu kawasan pinggir Danau Maninjau.

Dalam kegiatan "Fun Fly In Lake Maninjau 2009" yang ke 10 itu, puluhan penerjun mancanegara pria dan wanita dalam olahraga dirgantara tersebut, mulai dari tingkat pemula hingga profesional.

Penerjun paralayang yang menikmati keindahan alam dengan angin yang cukup menantang itu, di antaranya asal Jerman, Italia, Inggris, Australia, Austria, Kanada, Jepang, Amerika Selatan, India, Indonesia dan Malaysia.

Khusus Malaysia untuk tahun 2009 jumlahnya mencapai 45 penerjun, serta membawa 50 orang penggemar yang juga menyempatkan menikmati kekayaan alam Agam dari udara dengan terbang tandem.

Sesekali juga penerjun paralayang nasional Novrica Yanti asal Pesisir Selatan, pencinta paralayang asal Agam dan Pesisir Selatan yang tergabung dalam Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) Provinsi Sumbar ikut ambil bagian.

Nasaruddin A Bakar penerjun paralayang asal Malaysia, menuturkan, angin Puncak Lawang untuk penerjun paralayang cukup menantang, baik bagi pemula, apalagi bagi yang profesional.

"Selama empat tahun terakhir, penerjun paralayang asal Malaysia jumlahnya makin banyak, bahkan pada 2009 ini, juga diikutsertakan penerjun paralayang termuda berumur (12) dan tertua 71 tahun," ujarnya.

Para penerjun paralayang asal Malaysia atau penerjun yang bergabung dengan club Biro Perjalanan Malaysia, "Negeri Sembilan Spor Aviation Club" cukup puas dengan perhelatan di Danau Maninjau itu.

"Puncak Lawang sangat cantik, anginnya bagus, kita bisa lama bermain di udara," ujarnya.

Selain itu, pengorganisasian dalam kegiatan itu cukup bagus dan layanan masyarakat cukup baik, apalagi selama "Fun Fly In Lake Maninjau 2009" cuaca cukup mendukung.

"Jadi, bagi penerjun yang telah pernah terbang di udara Maninjau, pasti akan ketagihan pada tahun-tahun berikutnya," kata Nasaruddin yang juga Presiden Biro Perjalanan Malaysia, Negeri Sembilan Spor Aviation Club.

Potensial

Kawasan Puncak Lawang merupakan lokasi "take off" paralayang terbaik di Asia Tenggara, cukup potensial untuk mendatang banyak pencita olahraga dirgantara ke sini.

Selain keindahan alamnya yang luar biasa, efek panas bumi (thermal) Danau Maninjau yang memberi pengaruh terhadap posisi para penerbang layang, karena mampu membawa penerbang hingga 2,5 meter lebih tinggi dari lokasi take off, kata tim Biro Perjalanan wisata "PT Anten Jakarta", Anwar M di Puncak Lawang (24/5).

Tekanan angin yang cukup berimbang, sehingga pemula pun berani dilepas untuk terbang dan bagi penerjun layang profesional yang dicari-carinya, sehingga bisa lima jam lebih hilir mudik di udara.

Setiap tahun jumlah pencinta olahraga dirgantara mancanegara terus meningkat ingin menikmati efek panas bumi dari Danau Maninjau ini.

"Peserta asing pada kegiatan ini merupakan yang terbanyak. Mereka berjumlah 65 orang berasal dari 14 negara. Pada tahun lalu hanya 30 orang," tutur Anwar yang jago dalam terbang tandem itu.

Amat disayangkan kawasan wisata olahraga dirgantara yang tiap tahun diselenggarakan ini, dengan potensial kunjungan wisman cukup besar tidak dimanfaatkan pemerintah Kabupaten Agam dan Pemda Sumbar.

Jikalau dikombinasikan dengan beragam kegiatan dan promosinya lebih luas di daerah ini, serta luar Sumbar sehingga ada gema dan bisa mendatangkan banyak pengunjung menyaksikan kebolehan penerjun paralayang itu.

"Bupati Agam kita lihat serius, tetapi jajaran dibawah perlu lebih bekerja keras dalam menyemarakan kegiatan berskala internasional ini," kata Anwar menjelang terbang di udara Danau Maninjau itu.

Acara olahraga dirgantara yang berskala internasional diselenggarakan PT. Anten Jakarta sebagai Event Organizernya (EO) hanya di Maninjau yang jumlah penerjum paralayangnya mencapai puluhan orang.

Agenda tahunan itu, tidak saja menggerakkan sektor wisata daerah ini, tetapi memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi penerjun paralayang asal daerah itu. Penerjun yang datang banyak sudah profesional, bahkan ada yang instruktur paralayang asal mancanegara.

"Wisman yang datang menyalurkan hobinya di udara Danau Maninjau, semuanya memberikan reaksi positif," katanya.

PT. Anten sebagai Biro Perjalanan Wisata, siap saja mendatang lebih banyak wisman untuk berolahraga dirgantara di Puncak Lawang, namun ia mengharapkan sokongan pemerintah daerah itu.

Dengan terbukanya penerbangan langsung Internasional dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sangat memberikan keuntungan bagi Sumatera Barat, karena wisman Eropa bisa langsung ke BIM.

Wisata Khusus

Wisman dan wisatawan domestik yang ingin menikmati libur dan menyaksikan perhelatan tahunan tersebut, tidak terlalu sulit karena terdapat transportasi langsung ke lokasi take off paralayang itu.

Jika, bertolak dari Kota Padang sekitar 2,5 jam, bisa melintasi jalur Kota Pariaman-Tiku-Lubuk Basung sampai ke kawasan Danau Maninjau dan naik kelok 44.

Selain itu, bisa juga menempuh rute Padang-Bukittinggi dengan jarak tempuh sekitar tiga jam.

Selama berlangsung "Fun Fly In Lake Maninjau", pengunjung meningkat tiga kali lipat dari hari-hari biasanya.

Puluhan pilot paralayang yang menunjukan kebolehannya di antaranya Fitters asal Jerman, membuat mata pengunjung terbelalak karena aksinya di udara.

"Pilot paralayang asal Jerman itu sudah profesional, bahkan mampu hilir mudik di udara Danau Maninjau 5 jam 30 menit dan mencapai ketinggian sekitar 2,5 km dari lokasi take off.

Bahkan, pilot paralayang yang satu ini, setelah terbang di atas udara sekitar dua jam lebih, sengaja mendarat lagi pada tepat start-nya menunjukan kebolehan pada pengunjung kawasan wisata dan arena olahraga dirgantara itu

Kegiatan ini juga mendorong tingkat hunian pada hotel, penginapan dan homestay di sekitar Danau Maninjau dan Bukittinggi.

Pada kegiatan paralayang tahun depan, pemerintah Kabupaten Agam, sudah mengunsulkan kepada Dirjen Pariwisata untuk dikombinasikan dengan kegiatan internasional lainnya, seperti "Tour de Singkarak".

Usulan itu, cukup mendapatkan tanggapan positif dari salah satu Deputi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan rencananya pada Juni mendatang digelar rapat koordinasi untuk penentuaanya.

"Jauh-jauh kita siapkan, sehingga lebih matang dan bisa pelaksanaannya berjalan lancar," katanya.


http://www.antaranews.com

7 Fakta Terbukti Merusak Kulit


Sejak lahir, Anda diberkati dengan kulit yang halus, cantik, dan tidak banyak masalah. Seiring Anda beranjak dewasa, hormon, kesalahan perawatan, polusi, air, dan banyak lainnya, mengganggu kecantikan kulit Anda. Apa saja yang bisa membuat kecantikan kulit yang sudah Anda miliki sejak lahir itu memudar? Berikut adalah tujuh kesalahan yang kita lakukan, yang bisa mencetus masalah pada kulit yang dibeberkan oleh para ahli kecantikan kulit.

1. Merokok
Banyak alasan orang merokok, dari menghilangkan rasa bosan atau asam di mulut, untuk iseng, menghabiskan waktu, dan lain-lain. Alasan untuk tidak berhenti merokok justru lebih banyak lagi. Padahal penyakit yang akan ditimbulkan oleh rokok sangatlah berbahaya. Bahkan pemerintah sedang berencana memasang foto kanker di bungkus-bungkus rokok. Jika Anda, para wanita, masih belum bisa berhenti merokok, berhentilah karena rokok akan membuat Anda tampil lebih tua. Ketika Anda merokok, Anda akan memutus kemampuan kulit untuk mendapatkan pasokan oksigen yang dibutuhkan. Tanpa oksigen optimal, sel kulit tak bisa memperbaharui diri. Hal ini akan mendorong proses kulit berkerut lebih cepat, merusak kulit, dan menahan perbaikan kulit. Selain kerutan yang akan jelas terlihat di sekitar bibir, kulit tubuh Anda pun akan makin terlihat kusam dan kehilangan elastisitasnya.

2. Menggunakan tanning bed
Saudara-saudara kita di bagian bumi lain yang memiliki kulit sangat pucat, tak jarang berusaha keras untuk bisa mendapatkan kulit yang kecoklatan. Dari berjemur di bawah sinar matahari hingga masuk ke tanning bed. Tanning bed adalah alat yang bisa membantu seseorang mendapatkan kulit kecoklatan, seperti efek setelah berjemur. Namun sayangnya, banyak pasien para ahli dermatologi justru mendapatkan melanoma, ketidaknormalan pigmen pada kulit akibat menggunakan tanning bed. Efek buruk tanning bed selama 10 menit sama dengan kerusakan kulit yang terjadi akibat seharian terkena paparan matahari tanpa pelindung. Disarankan, bagi Anda yang ingin mendapatkan kulit kecoklatan, gunakan saja lotion self tanner yang sudah banyak di pasaran atau cukup gunakan bronzer.

3. Efek matahari
Tanpa kita sadari, paparan sinar matahari sehari-hari akan menggerogoti kulit kita. Disarankan dengan sangat agar Anda menggunakan tabir surya, setidaknya dengan SPF 15 untuk kegiatan sehari-hari. Jika Anda berencana untuk berada di bawah matahari dalam waktu yang lama dan terik, disarankan untuk menggunakan SPF 30. Jangan mengira pakaian Anda bisa melindungi kulit Anda dari efek sinar matahari, karena baju setara dengan SPF 4 saja. Melindungi kulit dari efek matahari sehari-hari akan menghambat penuaan dini pada kulit (flek coklat pada kulit dan garis-garis halus), juga kanker kulit. Jangan lupa untuk melindungi mata Anda dari sinar UVA dan UVB, karena sinar tersebut bisa menimbulkan katarak, kebutaan, dan melanoma.

4. Tidak membersihkan makeup ketika tidur
Siapa yang belum mendengar nasihat yang satu ini? Membersihkan makeup sebelum tidur adalah peraturan utama untuk kulit sehat. Mengapa? Karena saat Anda tertidur lah kulit melakukan peremajaan dan perbaikan sel-selnya. Jika Anda tertidur masih mengenakan makeup, maka kulit akan sulit untuk bernapas dan mengambil oksigen. Ketika kulit mengalami kesesakan, proses pembangunan kolagen pada kulit akan terganggu. Saat ini terjadi, maka pori-pori yang tersumbat itu akan menjadi makanan bagi bakteri. Hasilnya? Tentu saja jerawat, komedo, bahkan pori-pori membesar.

5. Tidak berkonsultasi dengan dokter kulit
Oke, Anda lah yang paling tahu kondisi kulit sendiri. Tetapi, para dokter kulit ini belajar dan mendapatkan sertifikat untuk mengetahui tentang kulit. Memeriksakan kondisi kulit setahun sekali dapat mencegah penyakit yang bisa saja terjadi, misalnya kanker kulit. Begitu banyak flek pada kulit yang tak terlihat. Ketika Anda memeriksakan diri ke dokter secara rutin, Anda akan mendapatkan pencegahan lebih cepat. Ketika Anda mendapati adanya flek-flek atau tahi lalat yang mencurigakan, bisa segera ditangani.

6. Stres
Ketika pikiran dalam keadaan tertekan, maka otak akan menekan hormon kortisol keluar. Ini akan mengakibatkan banyak hal. Kortisol bisa mencuri cadangan darah dalam tubuh dan meningkatkan kadar gula dalam darah, yang ujung-ujungnya akan membuat tubuh tidak berfungsi secara normal. Tambahan lain, akan mengaktifkan kelenjar minyak pada wajah. Intinya, ketika Anda stres, kulit memiliki kemungkinan terbesar untuk berjerawat, kemungkinan terlihat kusam, dan pucat. Disarankan agar Anda melakukan kegiatan yang mengurangi stres, seperti mengatur nafas, melakukan yoga, atau berjalan setidaknya 15 menit per hari.

7. Begadang atau tidak tidur
Tentu Anda pernah mendengar tentang "beauty sleep". Ya, seperti dijelaskan tadi, bahwa ketika tidur, sel-sel kulit melakukan peremajaan. Ketika tubuh mencoba bertahan untuk tetap terbangun pada jam tidur, otot-otot tubuh sudah terlalu lelah, mengakibatkan tubuh terlihat lemas. Tekanan darah pun menurun, yang akan membuat kulit terlihat kehilangan warna, sehingga membuat Anda cenderung membengkak, karena kekurangan sirkulasi darah. Maka, sangat direkomendasikan Anda tidur 8 jam sehari


www.suaramedia.com

Sponsor = Klik di Photo Ini

Sponsor = Klik di Photo Ini
Nurmansah Oomunk Komank

Blog Archive

Tentang saya

My photo
Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Dipanggil Noormanshah (formal), Oomunk (in-formal), Komank (non- formal). Aktifitas sehari-hari bekerja sebagai relawan pendidikan, di Sekolah Dasar Jakarta Timur. Memiliki minat pada kegiatan alam bebas dan seni (musik), sebagai sebuah instrumen untuk memahami filosofi kehidupan dan sampai sekarang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

kotak pesan


ShoutMix chat widget