
Sungguh tepat pepatah yang menyebutkan kasih ibu sepanjang zaman. Pepatah itu tak hanya berlaku di Indonesia. Baru-baru ini, sebuah jajak pendapat yang dilakukan Grey Group di Asia mengungkap, krisis ekonomi yang melanda dunia telah membuat para ibu menjadi pekerja-pekerja di luar rumah guna menopang keuangan keluarga.
Meski demikian, umumnya orang Asia percaya kaum hawa bakal mampu bekerja untuk keluarga dengan sukses. Bahkan, menurut jajak pendapat tersebut, mereka mendukung para ibu untuk bekerja di luar rumah guna mendukung keuangan keluarga, terlebih saat krisis. Tak aneh, jika 81 persen ibu mengatakan, saat ini mereka menjadi lebih sibuk. Alhasil, mereka tidak dapat memberikan waktu yang cukup bagi anak-anaknya.
Namun fenomena ini bukan tanpa risiko. Ibu-ibu yang bekerja akan cenderung memperturutkan apa pun kemauan si anak untuk menutupi kesalahan karena kurang memperhatikannya. Kasus ini banyak ditemui di negara-negara Asia yang maju seperti, Taiwan, Singapur dan Hongkong.
Hanya saja, fenomena ini tidak terlalu tampak di negara berkembang seperti Bangladesh, Indonesia dan Vietnam. Dampak lainnya, ibu-ibu yang bekerja akan "memaksa" kakek dan nenek turun tangan mengasuh cucu-cucu mereka. Ini dapat memicu konflik dalam keluarga karena kakek dan nenek biasanya bersikap lebih disiplin ketimbang bapak dan ibu.
Sekalipun demikian, hampir dua per tiga orang Asia tetap mendukung para ibu untuk bekerja di luar rumah. Bahkan jika para ibu diminta untuk tetap bekerja sekaligus memperhatikan anak-anak, responden percaya mereka tetap dapat menjalankan kedua peran dengan baik. Meski di tengah krisis? Luar Biasa.
Meski demikian, umumnya orang Asia percaya kaum hawa bakal mampu bekerja untuk keluarga dengan sukses. Bahkan, menurut jajak pendapat tersebut, mereka mendukung para ibu untuk bekerja di luar rumah guna mendukung keuangan keluarga, terlebih saat krisis. Tak aneh, jika 81 persen ibu mengatakan, saat ini mereka menjadi lebih sibuk. Alhasil, mereka tidak dapat memberikan waktu yang cukup bagi anak-anaknya.
Namun fenomena ini bukan tanpa risiko. Ibu-ibu yang bekerja akan cenderung memperturutkan apa pun kemauan si anak untuk menutupi kesalahan karena kurang memperhatikannya. Kasus ini banyak ditemui di negara-negara Asia yang maju seperti, Taiwan, Singapur dan Hongkong.
Hanya saja, fenomena ini tidak terlalu tampak di negara berkembang seperti Bangladesh, Indonesia dan Vietnam. Dampak lainnya, ibu-ibu yang bekerja akan "memaksa" kakek dan nenek turun tangan mengasuh cucu-cucu mereka. Ini dapat memicu konflik dalam keluarga karena kakek dan nenek biasanya bersikap lebih disiplin ketimbang bapak dan ibu.
Sekalipun demikian, hampir dua per tiga orang Asia tetap mendukung para ibu untuk bekerja di luar rumah. Bahkan jika para ibu diminta untuk tetap bekerja sekaligus memperhatikan anak-anak, responden percaya mereka tetap dapat menjalankan kedua peran dengan baik. Meski di tengah krisis? Luar Biasa.
http://gayahidup.liputan6.com

0 comments:
Post a Comment